Mon - Fri : 09:00 - 17:00
info@tarimcap.com
03-7628 5965

Judul Blog Tunggal

Ini adalah satu keterangan blog

“Investasi Berdampak dan Pertanian Berkelanjutan – Perjalanan dimulai dari Duke Capital” Bagian 1

//
Posted By
/
Comment0
/
Categories

“KTT Masa Depan Pembangunan Pertanian Berkelanjutan” bertujuan untuk membahas tren pembangunan pertanian di masa depan, keamanan pangan, dan pengembangan daerah pedesaan terpencil serta peran Induk Koperasi Unit Desa (Induk KUD). Kami berharap dengan fokus pada peningkatan koneksi antara aliansi koperasi, produsen makanan, pemasok, dan konsumen di masa depan, kita dapat menciptakan ekosistem saling menguntungkan untuk industri berbasis pertanian.

Industri berbasis pertanian pintar saat ini merupakan industri yang berkembang pesat di dunia, didorong oleh pertumbuhan populasi dunia yang sangat cepat. Lembaga-lembaga penelitian memprediksi bahwa populasi dunia akan mencapai 10 miliar pada tahun 2050 dari jumlah saat ini sekitar 6 miliar, sementara permintaan makanan akan meningkat sebesar 70% dalam periode yang sama. Sementara itu, pada tahun 2026, hampir 50% populasi akan tinggal di daerah perkotaan. Faktor-faktor ini akan menyebabkan peningkatan permintaan akan tanaman bernilai tinggi dan produk pertanian.

Oleh karena itu, industri berbasis pertanian pintar akan menerima peluang pengembangan pasar emas yang benar-benar baru dan besar, terutama bagi para petani dan pengusaha berbasis pertanian di negara-negara berkembang seperti Cina, India, dan Indonesia, serta negara-negara tetangga di sekitar wilayah Asia Pasifik. Indonesia adalah negara yang kaya dengan sumber daya alam yang melimpah. Saat ini, masih terdapat 36,8 juta hektar lahan pertanian yang belum dimanfaatkan. Jika lahan-lahan ini dimanfaatkan dengan baik, Indonesia akan mampu memproduksi cukup makanan untuk memenuhi kebutuhan semua negara di wilayah ini dan akan menjadi lumbung pangan dunia.

Namun demikian, menyediakan makanan yang cukup dan terjangkau bagi kota-kota yang terus berkembang masih merupakan tantangan besar, karena membutuhkan dana investasi besar dalam bentuk lahan dan tenaga kerja, teknologi dan keterampilan tinggi, saluran distribusi pangan yang komprehensif, gudang, alat pemasaran, dan tentu saja, jutaan petani yang terlibat dalam produksi dan pasokan pangan.

Tak dapat disangkal, sektor swasta memainkan peran yang sangat signifikan dalam pengembangan industri berbasis pertanian pintar di Indonesia. Melalui integrasi rantai pasok pertanian lokal, regional, dan global, para petani kecil dan pemilik usaha pertanian akan bekerja sama secara erat untuk menjadi pilar yang kuat bagi ekonomi Indonesia.

Oleh karena itu, Induk Koperasi Unit Desa (Induk KUD), yang memiliki 9.437 cabang dan lebih dari 13 juta anggota (hampir 60 juta termasuk anggota keluarga anggota) di 34 provinsi di seluruh Indonesia, berusaha untuk mengintegrasikan semua petani dan nelayan ke dalam rantai pasok pangan global, guna berperan lebih penting dalam ekonomi nasional. Untuk mencapai visi ini, Induk KUD telah bekerja sama dengan Duke Capital, untuk mewujudkan modernisasi Induk KUD dalam menghadapi gelombang pertumbuhan pasar global berikutnya.

Leave a Reply